A Few Things I Learned From The Past

By Jemry Silitonga - Juli 04, 2019


Selama beberapa tahun terakhir ada banyak sekali trial and error yang saya lalui, meskipun lebih banyak jatuhnya daripada bangkitnya namun disitulah tempat saya belajar.
Biasanya diawal tahun semua pada berlomba-lomba untuk membuat sesuatu resolusi tahun baru untuk memperbaiki hidup menjadi lebih baik. Entah itu buat komitmen untuk makin rajin olaraga, banyak baca buku, hemat, nabung buat nikah etc..
Berdasarkan pengalaman dari orang sekitar pada kenyataannya sebagian besar mereka gagal menjalankan komitment setelah beberapa minggu kemudian, bahkan ada riset yang mengatakan 80% resolusi tahun baru gagal, bahkan ada yang bilang 92%.
Bukan berarti membuat resolusi tahun baru itu merupakan hal yang buruk, ini hanya kebanyakan dari kita tidak tau cara berhasil mempertahankan relolusi tersebut.
Hampir sebagian dari kita terlalu semangat membuat komitment namun hanya sebagian kecil yang tekun dan mencapai tujuan.
Steve Jobs percaya bahwa orang-orang yang mencapai tujuannya karena mereka yang tidak mudah menyerah.
Kebanyakan dari kita sudah menyerah bahkan sebelum dimulai.
Baik, kita kembali lagi tujuan dari tulisan ini..
Kali ini saya coba berbagi beberapa pelajaran penting yang saya ambil dari pengalaman masa lalu yang bisa bermanfaat buat kamu.

ALL THINGS WILL PASS

Sebagian dari kita pernah merasakan sakit demam, pada saat itu mungkin keadaan kita lagi mual, badan panas, muntah-muntah, ga nafsu makan bahkan disertai kondisi orangtua jauh, gak ada teman yang bantuin kamu ambilin minum dan siapin makan, pada kondisi keadaan itu kita merasa sangat menderita, pengen mati rasanya. Sebagian dari pembaca pasti pernah disituasi itu.
Lalu mulai berfikir, ini pasti gara-gara kebanyakan nonton maraton film seri kemarin jadi kebanyakan bergadangnya dari pada jam tidur, etc.
Lalu mulai berjanji pada diri sendiri “aku ga akan mau nonton film seri lagi, mulai sekarang aku akan mulai merubah pola hidup dengan tidur yang cukup”. Sambil berdoa agar sakit ini cepat-cepat hilang dan sembuh agar bisa kembali beraktifitas seperti biasa.
Dan ketika sembuh datang dan sudah bisa kembali beraktifitas seperti biasa, pada umumnya kita sudah melupakan rasa sakit itu berberapa waktu kemudian, seperti rasa sakit itu tidak pernah terjadi, beserta janji untuk tidak nonton film sampai bergadang lagi.
Pada umumnya orang-orang yang kurang disiplin akan mengulangi kebiasaan yang kurang sehat tersebut dan terus berputar menjadi karkter
Jika kita menyadari bahwa apapun yang terjadi dalam hidup ini baik itu keadaan kita sedang senang atau sakit hal itu akan berlalu seperti roda berputas.
Kenapa ada kata “complaining”?
Apakah hakikatnya mengeluh bisa mengurangi rasa sakit, menyelesaikan pekerjaan yang menumpuk, bahkan, bisa merubah keadaan?
Kita tau pasti jawabanya tidak bisa!!
Sifat complaining hanya menghabisin tenaga dan waktu kita yang seharusnya bisa digunakan untuk hal yang bermanfaat.
Kita semua hampir mengalami hal yang sama, terutama akan mengalami yang namanya kematian.
Menyeramkan? memang, tetapi kita harus SADAR bahwa waktu untuk hidup itu terbatas dan tidak ada yang tau sampai diumur berapa kita bisa tetap hidup.
Jadi kenapa waktu hidup sering ngeluh mulu!
“Yah namanya juga manusia”
Tapi kalo keadaan lagi senang-senang atau berjalan dengan baik, most of us cenderung gak berfikir bahwa hidup itu terbatas.

“The Struggle END WHEN THE GRATITUDE begin.” — Neale Donald Walsch


Masih bisa bernafas adalah hal yang seharusnya kita syukurin setiap saat apalagi bangun pagi, itu artinya kita masih hidup, ada waktu untuk melakukan sesuatu yang berguna untuk diri sendiri bahkan orang lain.
Orang bijak pernah mengatakan, pada akhirnya kita tidak akan tanya berapa banyak waktu yang kita gunakan untuk berkerja di kantor melainkan berapa banyak orang datang dan menangisi pada saat kematianmu tiba.
Jika mengeluh tidak merubah sesuatu
Dan bersyukur membuat semua menjadi mudah.
Maka bersyukurlah mulai sekarang, kerena kondisi apapun semuanya akan berlalu.

WIN OR LEARN

Sejujurnya judul diatas saya terinspirasi dari sebuah buku yang ditulis oleh seorang pelatih MMA John Kavanagh, jika belum pernah tau dengan beliau, John Kavanagh adalah Head Coach to UFC champ champ Conor McGregor. Saya salah satu penggemar beliau bukan hanya soal pertandingan yang spektakuler di atas ring tetapi filosofi hidupnya, salah satunya win or learnmerupakan salah satu filosofi yang merubah sudut pandang hidup saya pribadi.
Beberapa dari kita mungkin saat ini sedang bersaing karir dengan satu team dikantor untuk naik posisi atau untuk dapat promosi,
Kamu sudah rajin bekerja, jarang telat datang ke kantor, kerjaan selalu beres, sering lembur..
Namun ketika kenyataanya tidak terjadi seperti yang di inginkan, seperti ketika ada orang baru di team kamu yang lebih cepat naik karirnya dari kamu, most of us mulai berfikir kenapa aku begini-begini aja karirnya, kenapa kalah dengan anak baru, padahal selama ini sudah bekerja keras.
lalu mulai berfikir?
  • Ini pasti dia “menjilat”
  • Dia pasti ada hubungan keluarga dengan management
  • Pasti aku dijelek-jelekin dari belakang
  • Aku sudah tidak berguna, tidak pantas bekerja disini.
Well, itu pemikiran sifat dari orang mediocre.
Menurut saya selama masih hidup tidak ada yang namanya kalah or loseyang ada hanyalah belajar.
You will learn something about culture, about human behavior, about empathy and humility and perspective, it’s all there through your daily life.
Kalah bersaing di kantor bukan berarti dia lebih pintar, bisa jadi ada banyak faktor yang tidak kamu miliki salah satu keberuntungan.
Akan selalu ada pelajaran dari setiap kekalahan atau kegagalan hidup yang bisa digunakan untuk memperbaiki diri dan terus berkembang. SWITCH MINDSET.
Berhasil mengalahkan diri sendiri dari sifat ego lebih berharga dari pada menang terhadap orang lain

CONSISTENCY

“It’s not what we do once in a while that shapes our lives. It’s what we do consistently.” ― Anthony Robbins



Beberapa tahun lalu ada beberapa hal kebiasaan yang behasil saya bentuk seperti sering menulis, baca buku dan rajin berolaraga. Memanh memiliki kebiasaan itu terlihat sangat mudah secara teori, karena apa sih susahnya membaca buku, menulis bahkan pergi olaraga tiap pagi.
Saya mengerti hal ini, tapi yang tersulit bukanlah hanya bermimpi tetapi konsisten untuk melakukannya.
Masih teringat bulan april 2017 saya mendaftarkan diri di suatu gym yang dekat dengan kantor, sambil bermimpi tidak akan lama lagi bakal sixpackseperti captain america.
Sebulan pertama adalah hal yang membahagiakan karena berhasil pergi ke gym selama 6 kali seminggu bahkan kadang hampir tiap hari olaraga kaya atlet binaragawan. Biasanya saya bangun pagi jam 6, olaraga hingga jam 8:10, mandi lalu kerja 8:25. Life style yang sangat ideal menurut saya.
Setelah hari kebahagian itu berlalu, kebiasaan olagara pun mulai “terbatuk-batuk” hingga beberapa bulan. Disaat itu saya mulai berfikir “it’s not work for me” (aka iklan elmen).
Hingga akhirnya ketemu salah satu coach di gym tersebut, lantas saya bertanya,
Saya : “Pelatih apa sih rahasia bisa sukses olaraga? saya sudah berolaraga tapi sampai saat ini seperti tidak kelihatan ada hasil yang inginkan?
Coach : Itu berarti KEINGINANMU BELUM KUAT!!!
Boom!!!
Saat itu tendengarnya seperti tersengat listrik buat saya.
Mulai dari situ saya mulai berfikir untuk evaluasi kembali bagaimana pola olaraga yang sudah dilakukan, apa yang dimakan dan kembali memulai kebiasaan olaraga, meskipun monkey mind sering menggoda pikiran seperti “lebih enak tidur coyy”…
This same thing with write. I was thought before starting my blog it will be easy to write, just put in my blog what I learn every day from the book or other people but practically after I jump into world blogging it’s hard. once again it’s HARD. Don’t give me wrong I did not enjoy the process of writing but there a lot sacrifice of my free time.
Mostly I will write my post every Saturday night and Sunday while everyone spends their time hang out with their friends, watch a movie or going vacation, etc.
Bukan berarti hal it salah, nope. Semua orang punya prioritas masing-masing, but there the thing are you willing to pay the price for your dream. Not with money but YOUR TIME.
Apa kamu rela kurangi jam tidur, korbanin jam malas-malasan ditempat tidur, jam nonton atau nongkrong dengan teman-teman melainkan menggunakan waktu tersebut untuk bekerja keras untuk mencapai tujuanmu, apa itu belajar skill baru atau olaraga, what ever you name it.
Kesuksesan tidak akan pernah terpisahkan dari consistency.
Diluar sana ada banyak orang yang memiliki banyak talenta atau skill dari pada saya dan kamu.
Tapi ada satu hal yang tidak dimiliki semua orang yaitu consistency bahkan bagi mereka orang-orang punya talenta keren. Memiliki sifat consistency akan mengalahan mereka yang bertalenta.

“There’s no talent here, this is hard work. This is an obsession. Talent does not exist, we are a qual as human beings. You could be anyone if you put in the time. You will reach the top, and that’s that. I am not talented, I am obsessed. ―Conor Mcgregor



Apapun yang kamu lakukan yang terpenting adalah selalu konsisten dengan perkataan, konsisten dengan pikiran dan konsisiten dengan tindakan.

CONCLUSION

Era digital saat ini ada banyak nasehat atau tips diluar sana yang bisa memotivasi kamu agar mencapai mimpimu, namun untuk sukses bukan berapa banyak yang sudah kamu tahu, berapa banyak yang dipelajari melainkan apa yang sudah kamu hidupkan.

“Don’t explain your philosophy. Embody it.” ― Epictetus


PS: When you read this article published, just for you remember to keep consistency with your new year resolution, patient, pray and satisfied with your life. Because at the end of the day, that’s what matters most.

  • Share:

You Might Also Like

32 komentar

  1. Baca ini betul-betul seperti mendengarkan siaran langsung seorang motivator.
    Kereeen...
    .
    Tulisan yang bagus dan inspiratif

    BalasHapus
  2. Konsisten memang susye...
    Olahraga pake konsisten pun nambah puyeng

    Konsistensi olahraga saya baru2 ini hanya bertahan 4 hari saja..

    #inhale #exhale

    BalasHapus
  3. Sesuaiii sekali dengan Pepatah, pengalaman adalah guru terbaik.
    semangat!!!

    BalasHapus
  4. Terimakasih atas informasinya.
    Tulisan ini mengingatkan kembali dengan resolusi awal tahun lalu.

    Bismillahirrahmanirrahim

    BalasHapus
  5. harus punya tujuan kuat kalo gitu.
    kalo saya yang sudah mulai konsistensi itu urusan baca buku dan menulis resensi buku. kalua menulis di luar resensi buku atau di luar topik tentang buku, masih kurang konsisten. tapi, yah, memang harus dipaksakan ya. kebaikan itu perlu dipaksakan biar jadi kebiasaan terus-menerus.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah saya juga suka membaca buku kak, kapan-kapan sharing buku favoritnya yah kak..

      Hapus
  6. Mhihihi...aq termasuk yang membuat resolusi pencapaian di awal tahun lalu. Resolusi means dream aka goal yang kudu disetting di awal. Terutama penjualan. karena aq bergerak di dunia itu. So far...konsistensi rasanya dibangun di atas resolusi yang ditulis tangan itu di awal tahun kemarin. Ah nice sharing..tq

    BalasHapus
  7. Intinya bersyukur, sabar, dan konsisten. Kalo nggak berhasil berarti kita disuruh untuk belajar ya mbak. Artikel ini benar2 buat aku introspeksi diri sendiri. Mengalahkan ego itu memang sulit sekali.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya kak kita sama-sama masih belajar.. Semangat..

      Hapus
  8. Betul tuh "win or learn", not "win or lose atau win² solution, wkwk
    Saya ingat waktu pernah punya bisnis thn 2012 sd 2015, selalu pegang kata² win or learn. Gak ada kata gagal yg ada belajar. Even misalnya tutup usaha, ya di situlah mengenal belajar memahami mengapa bisnis saya bs gulung tikar. Thanks for reminder

    BalasHapus
    Balasan
    1. Well said.. Terimakasih kak nur sudah sharing..

      Hapus
  9. I agree sis.. Kegagalan itu bagiku adalah tangga pencapai kesuksesan. Hal tersebut yang mengantarkan ku terpilih sebagai salah satu tenaga kesehatan di CISDI selama 1 thn.
    Selain itu memang betul kalo kerja keras adalah modal kita . Jangan bilang memang keturunanny cerdas atau dia memang berbakat. But everyone has a chance to be a success one.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener kak, semua orang punya kesempatan yang sama untuk sukses.. Thanks for sharing..

      Hapus
  10. bener banget bernafas hal yang harus disyukuri saat bangun tapi sering terlupa. 😭

    BalasHapus
  11. Ya konsistensi adalah kunci,gak pake banyak alasan yang penting inget sama resolusi yg sudah disepakati di awal tahun, insyaallah akan berjalan lancar

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener kak, Menjaga untuk tetap konsisten akan melalukan sesuatu memang penuh drama.. Semangat selalu kak

      Hapus
  12. Jadi termotivasi...jadi sadar babyak lalai dan kelalaian ini mungkin karena kurang bersyukur kalau bersyukur pasti bersungguh-sungguh ga lalai lagi.

    BalasHapus
  13. untuk menguatkan keinginan biasanya saya cari-cari temen sevisi buat ngeraihnya bareng-bareng. kalaupun akhirnya tak tergapai, yang penting di perjalanan menggapai keinginan tsb selalu ada motivasi untuk saling menguatkan ingin tadi. hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener banget kak, itu salah satu pentingnya lingkungan yg punya visi yg sama

      Hapus
  14. Kudu istiqomah ya kak brrti ehe

    BalasHapus
  15. Sering buat komitmen tapi konsisten atas itu, oh no, berat yeee

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya kak, namun tetap terus semangat yahh..

      Hapus
  16. Setuju kaya kata kak jejak bunda,
    Baca ini aku serasa sedang ada di ruangan seminar motivasi

    Paling tidak resolusi ku punya blog profesional ak berbayar sudah terlaksana tapi ya tadi belum KONSISTEN nulis haha

    Makasih semangatnya bang!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama kak, blog ini juga bagian resolusi tahun ini, sudah sangat lama direncanakan karena kebanyakan menundanya maka ga jadi jadi. Well terimakasih kak sudah mampir

      Hapus
  17. Tulisan ini bener2 menggebrak bgt. Namfar banget. Jd teringat kemarin mau niat olahraga tp blm jd jadi juga..

    BalasHapus
  18. bang jual buku sendutu meitulan? jika iya gimana cara belinya ya?

    BalasHapus